Keutamaan Basmalah

PUSTAKAAFAF.COM: Basmalah adalah sebutan istilah dari kalimat Bismillahir Rahmanir Rahim. Kalimat basmalah termasuk permulaan surah di dalam al-Qur’an, karena ia diletakkan pada surat al-Fatihah yang merupakan permulaan surah atau pembuka dari surah-surah yang lain.

Keutamaan Basmalah

Oleh : KH. Rohiman S,Ag M.A

PUSTAKAAFAF.COM: Basmalah adalah sebutan istilah dari kalimat Bismillahir Rahmanir Rahim. Kalimat basmalah termasuk permulaan surah di dalam al-Qur’an, karena ia diletakkan pada surat al-Fatihah yang merupakan permulaan surah atau pembuka dari surah-surah yang lain. Didalam surah al-Fatihah tersebut, kedudukan kalimat basmalah terhitung dan termasuk ayat menurut Madzhab Syafi’I dan Madhzab Hanafi. Selain didalam surah al-Fatihah, kalimat basmalah juga terdapat didalam surah an-Naml, ayat : 30. Didalam surat an-Naml tersebut kalimat basmalah terbaca secara lengkap dan sempurna. Firman Allah SWT :

إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan Sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS.An-Naml : 30)

            Terhadap basmalah, mayoritas Umat Islam banyak sekali yang dapat mengucapkannya. Namun ironisnya, sedikit sekali diantara mereka yang dapat memahami isi kandungan makna yang terdapat pada kalimat basmalah. Padahal isi kandungan makna basmalah ini harus dapat dipahami oleh setiap pribadi muslim. Tujuannya, agar ketika seorang muslim mengucapkan basmalah membuahkan keyakinan yang sangat intens didalam hati disamping itu juga ketika memulai ibadah dan pekerjaan yang disertai dengan ucapan basmalah, maka hati dan pikirannya hanya tertuju kepada Allah SWT semata.

            Mengingat begitu urgensinya memahami isi kandungan makna basmalah, maka dalam hal ini penulis  akan menjelaskan makna-makna yang terimplikasi dalam kalimat basmalah. Dilihat dari segi keberdaannya, kalimat basmalah adalah kalimat yang pendek dan sederhana tetapi menyimpan makna ketauhidan dan keibadahan yang sangat dalam dan luas. Bila makna-makna tersebut di kaji dan dipahami secara kontenplasi maka akan melahirkan keimanan dan keyakinan yang sangat kuat.

            Setidaknya terdapat empat butir makna yang telah ditemukan dalam kalimat basmalah ketika seorang itu membaca kalimat tersebut. Keempat butir makna tersebut adalah :

  1. Bi dalam kalimat basmalah secara Nahun adalah berkedudukan sebagai huruf jar. Sedangkan Majrurnya adalah lafadz Ismi yang berhubungan langsung dengan kata kerja yang dibuang pada sebelum kalimat basmalah : Bunyi kata kerja yang dibuang ini adalah “ saya mulai pekerjaan ini dengan…. Bi disini juga berfungsi sebagai Isti’anah, yaitu memohon pertolongan atas jalan mencari keberkahan. Menurut Mufasirin (ahli tafsir) bi disini merupakan titik sentral dimana tempat berkumpulnya kitab al-Qur’an,kitab Zabur,kitab Injil,kitab Taurat, 10 shuhuf Nabi Musa, 30 shuhuf

1

  1. Nabi Ibrahim dan 60 shuhuf Nabi Sis. Jadi Bi dalam kalimat basmalah mempunyai bobot isi empat kitab Samawi dan 100 shuhuf.
  2. Kata Ismillah dalam kalimat basmalah adalah Idhafah ( Penyadaran). Penyadaran kata Isim kepada lafadz Allah adalah merupakan penyadaran umum kepada sesuatu yang khusus. Lafadz Allah adalah nama asli pribadi atas zat Allah yang mempunyai pujian-pujian. Dari lafadz Allah juga mengindikasikan adanya Tuhan Yang Wajibul Wujud ( yang pasti adanya). Sedangkan pengertian Wajibul Wujud dapat di pahami setelah memahami bahwa alam ini adalah Hadis ( baru dan diciptakan). Atau juga setelah memahami sifat-sifat Salbiyah, yaitu; Allah SWT tidak berawal dan berkahir, Allah SWT tidak membutuhkan sesuatu dan Allah bukan bilangan kumpul dan terpisah pada zat, sifat dan perbuatan.
  3. Kata ArRahman dalam kalimat basmalah mempunyai pengertian banyaknya rahmat yang dilimpahkan oleh Allah kepada hamba-hambanya, dan hanya khusus didunia ArRahman sebagai sifat perbuatan yang menunjukkan bahwa Allah mempunyai Asmaul Husna (nama-nama yang indah).
  4. Kata ArRahim dalam kalimat basmalah mempunyai pengertian banyaknya rahmat yang dilimpahkan oleh Allah kepada hamba-hambanya hanya khusus di akhirat. Disamping itu juga, ia merupakan sifat perbuatan. Penyertaan arRahman dengan arRahim dalam kalimat basmalah keduanya mewakili Asmaul Husna yang lain yang berjumlah 99 nama Allah SWT.  Maka dengan demikian, secara tidak langsung keberadaan bacaan basmalah adalah merupakan do’a atau permohonan untuk meraih keberkahan melalui keistimewaan Asmaul Husna bagi Allah SWT. Permohonan ini sejalan dengan anjuran Allah yang tercatat dalam surah Al-A’raf, ayat : 180, sebagai berikut :

 وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

 “ Dan Allah mempunyai nama-nama yang indah, maka ber doa lah kamu dengan (menyebut) nama-nama itu” (QS Al-A’raf : 180)