Manusia versus Syaitan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ   MANUSIA VERSUS SYAITHON M. FAKHRUDDIN DARKASYI. I.         ASAL  KEJADIAN Jin (Iblis, Syaithon) dan Manusia adalah makhluk Allah yang diberi Mukallaf (beban hokum) yang nantinya akan […]

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

MANUSIA VERSUS SYAITHON

M. FAKHRUDDIN DARKASYI.

  1. I.         ASAL  KEJADIAN

Jin (Iblis, Syaithon) dan Manusia adalah makhluk Allah yang diberi Mukallaf (beban hokum) yang nantinya akan dipertanggungjawabkan kepada Allah setelah mereka kembali ke alam akhirat.

 

Asal kejadian Jin adalah dari api

Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.”  (QS. 15:27).

 

Asal kejadian Manusia dari tanah ditambah Ruh,

Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani).” (QS. 32:7-8)

 ”Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. “(QS. 15:28.)

+ Ruh,  ”Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” (Qs. 32:9)

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. “(Qs. 15:29).

 

Asal kejadian Malaikat dari Cahaya (Nur). (Hadis Nabi saw).

Ketiga-tiganya adalah merupakan makhluk (ciptaan) Allah swt.

  1. II.      PERBEDAAN DARI SEGI PENGABDIAN KEPADA ALLAH.
    1. Malaikat, sepenuhnya tunduk dan patuh kepada Allah swt. Dan “kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya. “(QS. 21:19,20

Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak”, Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya. “(Qs.21:  26,27).

  1. Jin,  ada dua macam : -    Iblis , sudah pasti kafirnya.

-          Jin, bisa ada yang beriman ada yang kafir

Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (72:11)

Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang ta`at dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang ta`at, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. “(72: 14).

  1. Manusia, ada tiga macam: -
    1. a.      Mu’min,
    2. b.      kafir
    3. c.       dan munafiq.

  1. SYAITHON, adalah merupakan gabungan antara Iblis, manusia kafir/ maksiat dan jin kafir.

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. “(QS.6:112)

“yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. “(QS.114:5),

“Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu. “(QS. 34:21).

  1. IBLIS, akan masuk ke dalam manusia untuk menyelewengkannya dari jalan Allah, “Dia (iblis) berkata: “Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil”. (17:62), sehingga akan terjadi pertarungan di antara setan dan manusia mu’min.

  1. III.   PERTARUNGAN ANTARA YANG HAK (DARI ALLAH) DAN YANG BATHIL (DARI SYAITHON).

ALLAH

YANG HAQ

SELAIN ALLAH

YANG BATHIL

Allah

 

-Maha Pencipta (al-kholiq) 10:4, 67:3, 59:24.

- Maha Mengetahui (al-‘Aliim), 67:14, 36:79.

- Maha Bijaksana (al-Hakiim), 59:24, 61:1, 62:1.

- Maha Benar (al-Haq), 10:32, 22:62.

 

-Diinul Laah – Diinul Haq, 48:28, 9:33, 61:9.

-Memerlukan para Pendu-kung. 61:14, 47:7.

-Para Pendukung disebut Jundullah. 48:4,7. 37:171-173, 58:21.

-Bergabung di dalam Golo-ngan Allah. 5:55-56, 58:22.

-Golongan Allah/benar pas-ti menang dan jaya. 30:47, 5:56.

 

Selain Allah -Selain Allah adalah makhluk yang diciptakan (16:17, 22:73).

-Yang bodoh (al-Jahil) 33:73.

- Berorientasi kepada prasangka, dugaan dan analisa (az-Zhon). 10:36, 6:116.

- Selain Allah adalah bathil. 10:32, 22:62.

- Membuat aturan selain Diinul lah —- Diinul Bathil, 12:76, 42:26.

- Para Pendukungnya adalah golongan Syaithon / anshorul bathil. 4:141.

- Disebut juga tentara-tentara iblis. 26:94-95.

- Bergabung dalam golongan syaithon. 7:27, 58:19.

-Golongan syaithon pasti akan kalah dan merugi. 54:45, 3:12.

 

  1. IV.   CIRI-CIRI GOLONGAN SYAITHON.

  1. 1.         CIRI-CIRI GOLONGAN SYAITHON :

-      Dikuasai syaithon, “Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi. “(58:19)

Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.” (7:30)

-   Lupa kepada Allah, ” Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.” (58:19)

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. “(59:19)