Manusia versus Syaitan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ   MANUSIA VERSUS SYAITHON M. FAKHRUDDIN DARKASYI. I.         ASAL  KEJADIAN Jin (Iblis, Syaithon) dan Manusia adalah makhluk Allah yang diberi Mukallaf (beban hokum) yang nantinya akan […]

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

MANUSIA VERSUS SYAITHON

M. FAKHRUDDIN DARKASYI.

  1. I.         ASAL  KEJADIAN

Jin (Iblis, Syaithon) dan Manusia adalah makhluk Allah yang diberi Mukallaf (beban hokum) yang nantinya akan dipertanggungjawabkan kepada Allah setelah mereka kembali ke alam akhirat.

 

Asal kejadian Jin adalah dari api

Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.”  (QS. 15:27).

 

Asal kejadian Manusia dari tanah ditambah Ruh,

Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani).” (QS. 32:7-8)

 “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. “(QS. 15:28.)

+ Ruh,  “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” (Qs. 32:9)

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. “(Qs. 15:29).

 

Asal kejadian Malaikat dari Cahaya (Nur). (Hadis Nabi saw).

Ketiga-tiganya adalah merupakan makhluk (ciptaan) Allah swt.

  1. II.      PERBEDAAN DARI SEGI PENGABDIAN KEPADA ALLAH.
    1. Malaikat, sepenuhnya tunduk dan patuh kepada Allah swt. Dan “kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya. “(QS. 21:19,20

Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak”, Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya. “(Qs.21:  26,27).

  1. Jin,  ada dua macam : –    Iblis , sudah pasti kafirnya.

-          Jin, bisa ada yang beriman ada yang kafir

Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (72:11)

Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang ta`at dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang ta`at, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. “(72: 14).

  1. Manusia, ada tiga macam: -
    1. a.      Mu’min,
    2. b.      kafir
    3. c.       dan munafiq.

  1. SYAITHON, adalah merupakan gabungan antara Iblis, manusia kafir/ maksiat dan jin kafir.

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. “(QS.6:112)

“yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. “(QS.114:5),

“Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu. “(QS. 34:21).

  1. IBLIS, akan masuk ke dalam manusia untuk menyelewengkannya dari jalan Allah, “Dia (iblis) berkata: “Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil”. (17:62), sehingga akan terjadi pertarungan di antara setan dan manusia mu’min.

  1. III.   PERTARUNGAN ANTARA YANG HAK (DARI ALLAH) DAN YANG BATHIL (DARI SYAITHON).

ALLAH

YANG HAQ

SELAIN ALLAH

YANG BATHIL

Allah

 

-Maha Pencipta (al-kholiq) 10:4, 67:3, 59:24.

- Maha Mengetahui (al-‘Aliim), 67:14, 36:79.

- Maha Bijaksana (al-Hakiim), 59:24, 61:1, 62:1.

- Maha Benar (al-Haq), 10:32, 22:62.

 

-Diinul Laah – Diinul Haq, 48:28, 9:33, 61:9.

-Memerlukan para Pendu-kung. 61:14, 47:7.

-Para Pendukung disebut Jundullah. 48:4,7. 37:171-173, 58:21.

-Bergabung di dalam Golo-ngan Allah. 5:55-56, 58:22.

-Golongan Allah/benar pas-ti menang dan jaya. 30:47, 5:56.

 

Selain Allah -Selain Allah adalah makhluk yang diciptakan (16:17, 22:73).

-Yang bodoh (al-Jahil) 33:73.

- Berorientasi kepada prasangka, dugaan dan analisa (az-Zhon). 10:36, 6:116.

- Selain Allah adalah bathil. 10:32, 22:62.

- Membuat aturan selain Diinul lah —- Diinul Bathil, 12:76, 42:26.

- Para Pendukungnya adalah golongan Syaithon / anshorul bathil. 4:141.

- Disebut juga tentara-tentara iblis. 26:94-95.

- Bergabung dalam golongan syaithon. 7:27, 58:19.

-Golongan syaithon pasti akan kalah dan merugi. 54:45, 3:12.

 

  1. IV.   CIRI-CIRI GOLONGAN SYAITHON.

  1. 1.         CIRI-CIRI GOLONGAN SYAITHON :

-      Dikuasai syaithon, “Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi. “(58:19)

Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.” (7:30)

-   Lupa kepada Allah, ” Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.” (58:19)

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. “(59:19)

-          Dikuasai oleh syaithon secara pemikiran, mental, konsep, perasaan,  aktivitas dan manhaj (teori-teori).

  1. LANGKAH-LANGKAH SYAITHON (KHUTUWAATIS SYAIHTON). (2:208,35:6, 24:21).

-      Menimbulkan was-was , ” yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. dari (golongan) jin dan manusia. “(114:5-6)

-      Membuat lupa. “ Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.” “(18:63)

“Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua: “Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu.” Maka syaitan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu tetaplah dia (Yusuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya. “( 12:42).

-      Memanjangkan angan-angan. “dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (merobah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merobahnya”. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. ” (4:119), (47:15-26)

-      Membuat indah segala sesuatu.  “ Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma`siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, “(15:39)

-      Memberi janji-janji. ” Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. “(14:22).

-      Membuat tipu daya. “Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya `auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. “(7:27), (4:61)

-      Menghalangi dari jalan Allah. (7:27, ” Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. “(4:61).

-      Menimbulkan permusuhan. “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ” Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. “(17:53)

-      Menyuruh berbuat keji dan menkar dan mengatakan kepada Allah apa yang tidak mereka ketahui. ” Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. ” (2:169).

  1. 3.      PENYESATAN. (4:118-119).

-      Menyamarkan kebenaran. “Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. “(2:85)

-      Mencampuradukkan kebenaran dengan kebathilan. ” Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui. “(2:42)

-      Korban penyesatan. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kemudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.” (4:137) Lih. juga ayat 143, 150-151).

  1. 4.      PENAKUTAN/MENAKUT-NAKUTI. (3:173-175, 9:13).

-      Efeknya hilang keberanian. “Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. Mereka berkata: “Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya.” (5:21-22) lih. juga  5:52).

-      Menyembunyikan kebenaran.  “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila`nati Allah dan dila`nati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat mela`nati, kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. “(2:159-160) lih juga ayat (174-175).

-      Korban penakutan. (2:159), “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. “(2:174).

  1. 5.      AKIBAT DAN EFEK DARI SEMUA YANG DIATAS MUNCUL: PRIBADI YANG BURUK;

-      Tidak bertanggungjawab. “ Mereka berkata: “Hai Musa, kami sekali-sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.” (5:24)

-      Tidak dinamis dalam hidup (positif). ” Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani Israil berkata: “Hai Musa, buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)”. Musa menjawab: “Sesungguhnya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)“. (7:138)

-      Tidak punya keberanian. “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. “(5:54).

  1. V.      CIRI-CIRI GOLONGAN ALLAH (ORANG-ORANG BERIMAN)
  2. 1.   PUNYA AKHLAK DASAR ;

-      Mencintai Allah. (5:54), (2:165), “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal, “(8:2)

-      Bersikap lemah lembut kepada sesama muslim. (5:54), ” Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku` dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. “(48:29)

-      Bersikap tegas terhadap orang kafir. (5:54, 48:28-29), “Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahannam dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.” (66:9)

-      Berjihad di jalan Allah. (5:54), “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. “(9:23-24), lih. juga (47:31).

-      Tidak takut celaan orang yang suka mencela. (5:54,), (86:6), (83:35-37).

-      Wala’nya (loyalitasnya) untuk Allah, Rasulullah dan orang-orang beriman.       “Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. “(5:55-56), (58:22).

 

  1.  2.   AKHLAK DALAM AKTIVITAS PRIBADI ATAU GERAKAN KEAGAMAAN.

-      Tsabit – tidak ragu-ragu. “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan ta`atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan. “(8:45-47)

-      Zikrulloh (Mengingat Allah). (8:45-47, 13:28) – tidak lalaiDan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya. “(2:203)

-      Taat kepada Allah dan Rasul-Nya. (8:45-47), “Barangsiapa yang menta`ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menta`ati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta`atan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (4:80) – tidak makshiyat.  “Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa`at mereka sedikitpun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya). “(53:26).

-      Tidak saling berbantah-bantahan. (8:45-47, 6:153, 30:31-32). – saling  Bersatu. “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.“(3:103).

-      Sabar. (8:45-47), “Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.“(3:146). – tidak berkeluh kesah.

-      Tidak sombong. (8:45-47), “dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.” (26:215).

-      Tawadhu’. (26:215)

-      Tidak riya. (8:45-47), ” Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. “(41:35-36)

-      Tidak menghalangi dari jalan Allah. (8:45-47) – Membantu jalan Allah.

Inilah sebagian ciri dan tanda-tanda dua golongan yang selalu bertarung, yaitu manusia versus syaithon. Kita sebagai orang beriman perlu mengetahui dan  melaksanakannya dalam hidup dan kehidupan. Agar terhindar dari godaan syaithon/kesesatan dan kembali kepada petunjuk Allah swt. Semoga Allah selalu menguatkan iman dan memberikan hidayah/bimbingan-Nya kepada kita.   Amiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

_______________________________________________________________

Jakarta, 3 Juni 2012, dipersentasikan pada pengajian bulanan di masjid Uswah Afaf, serta dipublikasikan oleh www.pustakaafaf.com


Telah dibaca (246) x 

About admin