Medan Magnet Ka’bah

Medan Magnet Ka’bah Dr. Ali Muhammad Muthawwi, mantan dekat fakultas kedokteran Universita Al Azhar Cairo Mesir pernah menggambarkan bahwa beberapa misteri di sekitar Ka’bah kini bisa diungkap sains modern. Di […]

Medan Magnet Ka’bah

Dr. Ali Muhammad Muthawwi, mantan dekat fakultas kedokteran Universita Al Azhar Cairo Mesir pernah menggambarkan bahwa beberapa misteri di sekitar Ka’bah kini bisa diungkap sains modern. Di antaranya ialah medan magnet di sekitar Ka’bah. Sebagai pusat grafitasi dimana manusia dan para makhluk spiritual berthawaf di sekitarnya disamakan dengan gerakan electron dan gerakan sa’i antara bukit Shafa dan Marwa sama dengan gerakan electreon yang luru yang menimbulkan kutub magnet.

Thawaf mengelilingi Ka’bah yang berlangsung terus-menerus, diantalogikan dengan magnet listrik, menimbulkan medan rohani yang lebih kuat sebagaimana apa adanya sesuatu pada pusat lingkaran. Jika thawaf dilakukan menjauh dari Ka’bah maka medan rohani disekitar Ka’bah pun kekuatannya semakin mengecil. Namun semakin banyak orang melakukan thawaf di sekitarnya maka medan magnet rohani pun semakin besar.

Menurut Muthawwi, medan rohani yang ada di sekitar Ka’bah tidak hanya¬† ditimbulkan oleh thawaf manusia tetapi juga thawaf para malaikat dan jin. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa sekitar 70.000 malaikat ikut serta melakukan thawaf sempai hari kiamat di Baitul Makmur yang ibarat tusuk sate Ka’bah dibangun di bawahnya. Di sekitar Baitul Ma’mur terdapat medan cahaya rohani yang berpangkal pada pusat lingkaran dan memiliki tiang-tiang lurus pada tengah lingkaran.

Energy cahaya rohani yang turun dari Baitul Makmur (yang berada di bawah arsy) ke Ka’bah menimbulkan medan cahaya rohani di sekitar Ka’bah dan dapat mempengaruhi energy rohani seseorang yang sedang thawaf di sekitar Ka’bah. Ilustrasinya bagaikan magnet yang mempengaruhi potongan besi di bawah medan magnet. Hal ini berlangsung cukup lama.

Orang-orang yang melakukan thawaf di sekitar Ka’bah akan menerima efek dari medan cahaya rohani. Sebagaimana halnya yang terjadi pada sepotong besi akan menerima pengaruh dari medan magnet. Medan rohani paling kuat terdapat di sekitar atau di dalam ka’bah, khususnya di sekitar ruangan Hijir Isma’il. Dalam sejarah, Hijir Ismail bagian dari unsur dalam bangunan Ka’bah.

Kekuatan energy batin di sekitar Ka’bah mungkin bisa dihubungkan dengan hadis yang mengistimewakan shaf pertama di dalam shalat berjamaah, yaitu: “Seandainya kalian mengetahui keutamaan yang ada pada shaf pertama (dalam shalat di Masjid Haram) maka niscaya kalian akan berebut untuk mendapatkannya dengan tombak sekalipun”. Energy spiritual dalam bentuk cahaya rohani di sekitar bangunan Ka’bah terasa sekali karena Ka’bah menjadi pusat grafitasi spiritual. Dalam Al Quran juga diisyaratkan: “Cahaya (rohani) mereka memancar di antara mereka sendiri”

Telah dibaca (445) x 

About admin